Rabu, 12 Juni 2013

pembajakan akun facebook

Halo pembaca semua, selamat pagi/ siang / sore/ malam. Alhamdulilah untuk kesekian kalinya gw bisa ngisi lagi blog gw ini setelah melewati masa- masa kemalasan/ kurang bergairah dalam menulis akhirnya kesampean juga. Untuk kesempatan kali ini gw ingin berbagi cerita sama lo semua tentang salah satu kisah kehidupan gw, langsung aja yuk.

Jadi gini sob, ini cerita berasal dari salah satu kebiasaan buruk temen- temen gw di kost- kostsan, kalau gw sebutin satu- satu mungkin bisa menghabiskan waktu terlalu lama dan di kesempatan kali ini gw hanya bisa menceritakan salah satu nya saja yang mungkin sebenarnya sangat konyol, basi, dan ga layak banget menurut gw untuk melakukan ini di seumuran orang- orang kuliah seperti kami ini. Biarpun ini sedikit kekanak- kenakan ( hasil survei dari orang-orang yang gw tanya setiap lagi ngobrol sama gw di kampus ) tapi hal ini sempat jadi trending topik selama beberapa bulan di kamar gw, itu adalah “ PEMBAJAKAN FACEBOOK “


Entah geledek nyamber kamar gw dari mana sampai- sampai kebiasaan ini menjangkiti orang- orang disini, dengan ngejambret ( mengambil alih ) akun facebook seseorang dan melakukan segala kegiatan di dalamnya tanpa seijin pemiliknya, seperti membuat status yang bikin pemilik asli akun itu malu abis, merubah password akun tanpa sepengetahuan pemilik, atau bergabung dengan kelompok- kelompok di facebook yang notabenenya ga jelas, dan lain sebagainya. Biasanya si korban akan mengetahui musibah ini jika anak- anak satu kamar tiba- tiba mendiamkan orang tersebut secara tiba- tiba, tak seperti biasanya atau mungkin si korban langsung bisa baca keadaan buruk yang menimpanya dari sikap atau tatapan mata teman- temannya.

Jika si korban sudah menyadari bahwa dia sedang tertimpa musibah ini biasanya dia langsung H2C gtu ( harap- harap cemas ), berharap agar keonaran yang dilakukan di akun privasi facebooknya tidak terlalu parah akibat dari para penjambret itu ( biasanya loh ya, bukan pastinya ) dan korban dengan bergegas langsung mengecek kembali pemberitahuan nya untuk memeriksa dibagian mana si pelaku penjambretan tersebut beraksi ( biasanya ini ketahuan ketika pemberitahuan si korban tertumpuk comment- comment orang tentang hal aneh yang di posting dari si penjambret facebook itu ), ketika korban sudah menemukan titik target si penjambret, dengan cepat korban menghapus postingan tersebut dari beranda, profil, grup, dan lain sebagainya.


 mereka berdua diatas merupakan pelopor dari kejahatan ini



Dalam kasus ini, biasanya penjambret jarang melakukan aksinya individual atau seorangan melainkan dia mencari teman untuk dijadikan komplotan atau semacam aliansi dalam kejahatan ini. Setelah misi sudah terselesaikan dengan sendirinya aliansi tersebut terpisah bubar dengan sendirinya, mungkin di karenakan tak ada kontrak di atas hitam dan putih yang akhirnya membuat aliansi ini pecah dengan sendirinya. Bahkan bisa juga saling membajak akun facebook satu sama lain meskipun mereka pernah satu aliansi gtu, ini memang sangat sulit ditebak.

Beginilah kebiasaan yag menurut gw tuh sangat GJ banget, kenapa gw bisa nulis begini? Karna gw sering dijadikan target utama dalam kriminal ini oleh temen- temen gw, gw adalah korban yang sangat diminati oleh sekian pembajak akun facebook di kamar gw entah mantan sesama aliansi ataupun rival abadi. Sebenarnya salah gw apa sih?  Smoga dengan ditulis cerita GJ ini bisa membuat gw khususnya dan para pembaca untuk selalu sering mengevaluasi diri sendiri setiap harinya agar perbuatan, sifat, sikap jelek yang ada pada diri kita bisa kita buang jauh- jauh, dan jangan lupa untuk bosan- bosan mendengar kritikan dari orang- sekitar lo. Toh itu juga buat perubahan lo juga kan? Mungkin di kesempatan kalai ini gw Cuma bisa bercerita segini aja,


thanks

8 komentar:

  1. waduh mas, kalau hal yang demikian tetap dibiarkan maka kejahatan ini akan merajalela. dan pelakunya harus segera dimusnahkan dari muka bumi. karena hal itu merupakan tindakan kriminal yang sudah dapat di toleransi lagi keberadaanya

    BalasHapus
  2. betul sekali anda saudara ablado van rese, saya juga sudah jenuh dengan tindakan kriminal ini.

    BalasHapus
  3. hahaha, sya tidak pernah merasakan pembajakan, tp sring membajak. ternyata bgini perasaan yg dibajak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau begitu selalu waspada terhadap orang di sekitar mba, waspadalah, waspadalah!!

      Hapus
  4. Walaupum niatnya cuma main2 aja, tapi ini bahaya lho... mendingan gak usah diterusin deh.... kasian yang punya facebook, emang lebih baik bagi pemilik facebook untuk berhati2 lagi, semoga gak jadi korban lagi ya...

    BalasHapus
  5. oke banget broo..
    kalau ingin liburan ala murah tapi gak murahan,kunjungi jga ya bro blog gue, http://perjalanananaksurabaya.blogspot.com/ makasih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mas faizal, oke nanti aku mampir mas

      Hapus